Meninggal dalam Kecelakaan, Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dikenal Penuh Semangat

Wakil Jaksa Agung, Arminsyah dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi, Sabtu (4/4/2020). Almarhum meninggal di usia 60 tahun.

JEDA.ID—Wakil Jaksa Agung Arminsyah dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi, Sabtu (4/4/2020). Almarhum meninggal di usia 60 tahun.

Penyebab kecelakaan diduga, mobil yang dikendarainya menabrak pembatas jalan di kilometer 13 B, Tol Jagorawi arah Jakarta.

“Pengemudi meninggal di lokasi kejadian sedangkan satu orang penumpang dilarikan ke RS Bina Husada,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya yang diterima Liputan6.com Sabtu (4/4/2020).

Pria kelahiran Padang, Sumatra Barat, 3 Mei 1960. Dia pernah ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2019 dan dikeluarkan tanggal 18 Oktober 2019.

Sebelum ditunjuk sebagai Plt Jaksa Agung, Amirsyah menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung pada 15 November 2017. Dia menggantikan HM Prasetyo yang telah purna tugas sebagai Jaksa Agung.

“Telah ditetapkan penunjukan Amirsyah, Wakil Jaksa Agung RI sebagai pelaksana tugas, wewenang dan tanggung jawab Jaksa Agung,” isi surat keputusan tersebut.

Sebelumnya, dia pernah menduduki jabatan sebagai Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus, pada 30 Oktober 2015 hingga 15 November 2017.

Test Pack Bertebaran di Online, Begini Prosedur Tes Corona yang Benar

Riwayat Pendidikan dan Karier

Di tengah kesibukannya sebagai jaksa, dia mampu menuntaskan program doktornya dengan meraih predikat cum laude di Pascasarjana Hukum Universitas Airlangga. Selama menempuh studi doktornya, Arminsyah mengangkat disertasi berjudul “Redefinisi Hukum Konsep Kesengajaan dalam Tindak Pidana Korupsi”.

Riwayat Jabatan

19 Februari 2009: Direktur Penyidikan pada Bagian Tindak Pidana Khusus
6 Oktober 2010: Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung
8 Agustus 2011: Inspektur Pengawasan pada Jamwas
31 Agustus 2012: Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
5 Juni 2014: Jaksa Agung Muda Intelijen
30 Oktober 2015: Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus
15 November 2017: Wakil Jaksa Agung

Penuh Semangat

Putra almarhum, Adreansyah mengatakan, ayahnya merupakan sosok yang selalu mengajarkan ikhtiar dan tawakal dalam menjalani hidup.

“Ayah saya selalu mengatakan bahwa setiap kesulitan selalu ada kemudahan, itu lah kenapa ayah saya selalu mengatakan bahwa kita hidup dengan penuh semangat bersungguh-sungguh dalam berikhtiar dan ikhlas ketika bertawakal,” ucap Adreansyah saat memberikan sambutan mewakili keluarga di rumah duka, Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Mewakili keluarga besar, Adreansyah pun meminta maaf yang sebesar-besarnya jika semasa hidup Arminsyah pernah melakukan kesalahan baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.

“Saya juga meminta maaf yang sebesar-sebesarnya jika beliau selama hidupnya mungkin pernah melakukan kesalahan baik itu ucapan ataupun perbuatan, dan tidak lupa saya juga memohon agar almarhum diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT dan juga diampuni segala dosa dan kesalahannya,” katanya. Jenazah Arminsyah dimakamkan di TPU Pendongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat Minggu pagi.

Arminsyah mengembuskan napas terakhirnya di RS Polri Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, setelah sebelumnya terlibat kecelakaan.

Sebelumnya, kendaraan Arminsyah mengalami kecelakaan tunggal pada Sabtu siang di Tol Jagorawi KM 13 arah menuju Jakarta, sehingga menyebabkan orang nomor dua di Kejaksaan Agung itu meninggal dunia.

Dari hasil laporan yang diterima Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mobil tersebut ditumpangi oleh dua orang yang terdiri atas satu pengemudi dan satu penumpang.

Yusri mengatakan, kendaraan yang ditumpangi korban melaju ke arah Jakarta. Kendaraan yang diduga berjalan di lajur 4 mengalami kecelakaan dengan menabrak pembatas jalan sehingga menyebabkan kendaraan terbakar.

Rapid Test Sensing Self, Beredar di Luar Negeri Belum Diakui RI

Mengendarai Mobil Sport Rp18 Miliar

Dilaporkan, saat kecelakaan tragis tersebut, Wakil Jaksa Agung Arminsyah mengendarai sportscar Nissan GT-R. Mobil sport ini sangat populer di dunia dan banyak digemari pencinta roda empat, dan digunakan berbagai ikon seperti dalam film.

Jika berbicara sejarahnya, Nissan GT-R dimulai sekitar 1969 hingga 1974 silam yang ketika itu Nissan memproduksi Skyline coupe dengan nama Skyline GT-R. Sejak itu, nama tersebut memiliki prestasi yang luar biasa di lintasan balap, dan digemari di jalanan umum.

Melansir Topspeed, GT-R sejatinya merupakan singkatan dari Gran Turismo Racer. Kala itu, Nissan menggunakan GT-R sebagai senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan mobil cepat mereka di negara-negara barat.

Seri terbaru Nissan GT-R kini dibekali dengan mesin V6 twin turbo (hand built) yang diklaim memiliki power hingga 419 kW dan torsi mencapai 632 Nm. Sistem penggeraknya mengandalkan pola all-wheel drive yang mendapat saluran tenaga dari transmisi 6-percepatan. Sistem transmisi pun tiga tipe settingan berkendara.

Ada setidaknya 4 varian yang ditawarkan menyesuaikan dengan negara pemasarannya. Seperti di Australia, Nissan GT-R tersedia dalam seri Premium, Premium Luxury Trim, Track Edition engineered by NISMO dan NISMO.

Untuk Nissan GT-R 50th Anniversary edition ada sejumlah perbedaan teknis. Varian ini dibuat 54 mm lebih rendah dibanding basisnya, Nissan GT-R Nismo. Hal ini nantinya berpengaruh pada aerodinamikanya.

Mengutip dari Motor1.com, Nissan GT-R 50th Anniversary Edition akan dikirim ke konsumen mulai akhir 2020 mendatang. Khusus varian ini, mendapat sentuhan Eropa dari desainer asal Italia, Italdesign. Rumah desain ini sendiri pada 2018 lalu juga berusia 50 tahun.

Untuk urusan performa, Nissan GT-R 50th Anniversary Edition dibekali mesin 3.800 cc V6 twin-turbicharger yang dimodifikasi. Dapur pacu tersebut mampu menghasilkan 710 Tk dengan torsi maksimum mencapai 780 Nm.

Lantaran terlahir sebagai edisi spesial, Nissan GT-R 50th Anniversary Edition diproduksi dalam jumlah terbatas, hanya 50 unit. Harganya pun terbilang tinggi, GBP999.000 atau Rp18,4 miliaran belum termasuk pajak (Kurs GBP1 = Rp18.434).

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.