Bahasa Siul dari Turki Ini Sangat Unik, Cicitcuiiiit….!

Turki memiliki bahasa khas daerah yang unik, salah satunya bahasa siul. Bahasa ini disiulkan seperti burung sehingga juga dijuluki bahasa burung.

JEDA.ID – Kita umumnya mengenal bahasa sebagai rangkaian kata-kata. Nah, bagaimana kalau bahasa itu terdiri dari nada-nada yang disiulkan hingga mirip kicauan burung sehingga dijuluki bahasa siul?

Bahasa siul ini bisa ditemukan antara lain di wilayah Provinsi Giresun, Turki, khususnya di Desa Kuskoy, Distrik Canakci, yang berbatasan dengan Laut Hitam. Lantaran keunikannya, bahasa ini masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda yang Harus Segera Dilestarikan dari badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO. Tak heran jika Universitas Giresun lantas memasukkan bahasa itu ke dalam kurikulum pengajaran di fakultas pariwisata mereka.

“Bahasa siul sudah digunakan warga setempat berabad-abad,” kata Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Giresun, Musa Genc, dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anadolu Agency, yang dikutip jeda.id. Bahasa ini sangat cocok di tempat itu karena berada di lembah-lembah perbukitan dan pegunungan, di mana jarak rumah satu dan lainnya atau rumah dengan ladang berjauhan.

Desa Kuskoy di Provinsi Giresun, Turki, di mana warganya masih memraktikkan bahasa siul atau bahasa burung untuk komunikasi sehari-hari. (actualite-news.com)

Desa Kuskoy di Provinsi Giresun, Turki, di mana warganya masih memraktikkan bahasa siul atau bahasa burung untuk komunikasi sehari-hari. (actualite-news.com)

Dalam bahasa ini, tiap nada siulan dengan panjang atau pendeknya atau tinggi rendahnya mewakili satu kata, istilah, atau kalimat. Orang juga bisa membuat istilah atau kodenya sendiri agar hanya diketahui lingkungan terbatas seperti keluarga sendiri. Video dari DW ini bisa memperlihatkan seperti apa bahasa itu digunakan.

Menurut Genc, bahasa siul atau sering juga dijuluki bahasa burung sudah sering diteliti sejak 1956. Terungkap bahwa hingga kini bahasa itu tidak berubah. Meski begitu bahasa itu kian terancam akibat kemajuan teknologi seperti ponsel atau perubahan sosial berupa migrasi. Selama ini upaya untuk memelihara bahasa itu dilakukan antara lain dengan kontes bahasa siul. Kontes ini digelar di Desa Kuskoy setiap tahun. Pemenangnya biasanya adalah mereka yang bisa menyampaikan pesan yang sifatnya kompleks atau rumit atau menggunakan istilah-istilah baru.

 

Ditulis oleh : R. Bambang Aris Sasangka

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.