Awas Tertipu! Pahami Perbedaan Hp Ilegal, Replika, Rekondisi, dan Refurbished

Banyaknya kasus jual beli secara ilegal di black market dan kasus penipuan penjualan ponsel atau Hp tentunya menjadi pelajaran bagi masyarakat.

JEDA.ID – Banyaknya kasus jual beli secara ilegal di black market dan kasus penipuan penjualan ponsel atau Hp tentunya menjadi pelajaran bagi masyarakat. Kita harus lebih berhati-hati dan tahu perbedaan antara HP legal dan ilegal, replika, serta rekondisi dan refurbished.

Dalam dunia gadget, ada perangkat yang dijual secara resmi, ada pula yang tidak resmi. Ada yang dijual dengan status baru, ada pula berstatus refurbished. Lebih parahnya lagi, ada pula yang berstatus replika atau bisa dikatakan tiruan atau palsu.

Seperti kasus yang baru-baru ini beredar yaitu kasus PS Store dan pemiliknya Putra Siregar yang berhadapan dengan hukum terkait dugaan bisnis HP impor ilegal pada Kamis, (23/7/2020). Karena murah, masyarakat jadi abai untuk memeriksa legalitas HP yang akan dibeli.

Dikutip dari Detik.com, pengamat gadget Lucky Sebastian mengingatkan, hendaknya masyarakat tahu dengan status HP yang dijual pedagang. Ada beberapa kondisi yang mungkin dihadapi konsumen antara lain menemui HP ilegal, replika, rekondisi dan refurbished.

Dilansir Detik.com dan berbagai sumber, berikut perbedaan antara Hp ilegal, replika, rekondisi, dan refurbished.

Fetish Termasuk Gangguan Psikologis atau Seksual? Begini Penjelasan Ahli

1. HP ilegal / BM

Ponsel BM sejatinya adalah produk asli namun dipasarkan dengan harga lebih murah dari yang seharusnya. Mengapa bisa lebih murah? Karena jalur distribusinya atau pengirimannya yang tidak resmi alias ilegal, sehingga tak dikenai pajak.

Karena tak dipajak, harga jualnya bisa jauh lebih murah dari harga pasaran. Namun perlu diperhatikan, perbandingan harga ponsel BM dan resmi tidak lebih dari 50%, tepatnya sekitar 20% hingga 30% saja. Jika sampai lebih di atas 50%, Anda berhak curiga.

“HP ilegal itu yang masuk ke Indonesia tidak melalui tata cara yang diharuskan,” kata Lucky kepada detikINET, Rabu (29/7/2020).

Ponsel harus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan juga sertifikat Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo. Ponsel ini huga harus memiliki izin impor dan tentunya membayar pajak.

“Kalau barang ilegal itu bisa masuk dari mana saja. Berarti dia bisa nggak bayar bea cukai atau bayar tapi tidak semestinya. Itu yang dianggap barang ilegal,” kata Lucky.

HP baru atau second, tapi diimpor tanpa sesuai aturan, itu yang harus dihindari konsumen. Macam-macam modelnya, termasuk yang bundling dengan operator seluler di luar negeri. Merek atau tipenya juga tidak umum di Tanah Air.

2. Replika atau Palsu

Beberapa merk smartphone yang sering dipalsukan adalah Apple iPhone dan Samsung. Namun ada pula merk lain seperti Xiaomi yang ikut dipalsukan.

Produk replika ini jelas palsu. Bentuknya memang dibuat sedemikian rupa sehingga sangat mirip dan sulit dibedakan. Biasanya ponsel replika ditawarkan jauh lebih murah dari harga aslinya. Begitu pun dengan fitur dan performanya, biasanya tak sebaik aslinya. Anda bisa mengecek keaslian sebuah ponsel dengan cara yang cukup mudah.

Cara Membersihkan Ponsel dari Bakteri Tanpa Merusak Perangkat

3. HP Rekondisi

HP rekondisi menurut Lucky adalah ponsel yang sudah rusak atau bermasalah, lalu diganti komponennya oleh bukan yang pihak berwenang, misalnya dengan cara kanibal dari ponsel lain.
Lalu, HP ini dijual kembali kepada konsumen seolah-olah barang baru. Impor HP rekondisi juga melanggar aturan.

“Di Shenzhen, China banyak tuh pusatnya HP rekondisi, dikerjakan di rumah-rumah. Ini sudah pasti izinnya tidak ada,” kata Lucky.

Ada rekondisi yang masih dibolehkan menurut Lucky. Yaitu, dilakukan di Indonesia, memiliki izin, untuk kondisi produk yang suku cadangnya sulit diperoleh dan nanti ditandai sebagai barang rekondisi.

4. HP Refurbished

Menurut Lucky, HP refurbished adalah ponsel yang direkondisi oleh pabrikan aslinya. Misalnya konsumen mengembalikan ponsel bermasalah karena masih ada garansi. Ponsel bermasalah ini lalu dicek pabriknya apakah masih layak. Komponennya diganti untuk tujuan dijual kembali.

Lucky mencontohkan pengguna iPhone bisa mengecek secara online ponselnya refurbished atau bukan. Refurbished ini hitungannya masih legal karena dilakukan oleh produsennya.

Biarlah kasus PS Store jadi pelajaran bagi kita semua. Telitilah sebelum membeli, Jangan tergoda dengan harga yang murah, tapi ternyata HP ilegal.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.