Categories: Stories

Haul Solo Selalu Membludak, Ini Sosok Karismatik Habib Ali Al-Habsyi

Share

JEDA.ID – Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo menjadi daya tarik hingga ke seluruh penjuru dunia. Sosok muallif (pengarang) kitab maulid Simtuddurrar ini membuat jemaah dari berbagai negara seperti Yaman, Singapura, hingga Afrika rela berjubel di kawasan Masjid Riyadh, Jalan Kapten Mulyadi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Peringatan Haul Habib Ali Solo digelar selama tiga hari pada 19, 20, dan 21 bulan keempat menurut kalender hijriyah, yaitu bulan Rabi’ al-Akhir. Tahun ini, hari-hari itu jatuh pada tanggal 16, 17, 18 Desember 2019 Masehi.

Bacaan Kitab Maulid Nabi Paling Populer di Indonesia

Rangkaian Acara

Rangkaian acara sudah dimulai pada 16 Desember 2019 pukul 15.00 WIB melalui kegiatan rauha dengan dibacakannya nasihat-nasihat Habib Ali.

Pada 17 Desember acara diisi dengan pemberian tausiah dari para ustaz maupun habib selepas salat maghrib. Jemaah yang hadir duduk mendengarkan terjemahan pesan atau surat yang ditulis Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

Ustaz ataupun habib memberi tausiah hingga waktu isya. Selepas salat isya berjamaah acara dilanjutkan makan bersama dan tarian Hajir Marawis.

Puncak jamuan dilaksanakan pada 19 Desember 2019 di Masjid Riyadh saat makan malam. Sebelumnya, acara haul dilaksanakan makan siang bersama-sama dimulai pukul 09.00 WIB.

Para jemaah yang hadir kemudian akan diajak salat subuh bersama-sama di hari Rabu. Setelah salat subuh, jemaah akan membaca Maulid Simthuddurrar.

Maulid Nabi Muhammad: Kisah Penting 10 Tahun Rasul di Madinah

Masjid Riyadh Solo

Di kompleks tak jauh dari Masjid Riyadh, Solo, terdapat tiga makam para keturunan Habib Ali, yakni makam Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, dan diapit dua makam lainnya; Habib Anis bin Alwi al-Habsyi dan Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi.

Nama pertama yang disebut merupakan putera kandung Habib Ali. Habib Alwi hijrah ke Indonesia untuk berdakwah, dan pada akhirnya pada tahun 1355 H ia mendirikan sebuah masjid di Solo.

Habib Anis Al-Habsyi Solo.

Masjid tersebut diberi nama sama dengan masjid yang didirikan oleh ayahnya di Hadhramaut, yakni Masjid Riyadh. Sedangkan dua nama berikutnya, merupakan putera Habib Alwi atau cucu dari Habib Ali Al-Habsyi.

Habib Ahmad lahir ketika ayahnya masih di Hadramaut, lain halnya dengan adiknya, Habib Anis yang lahir di Indonesia. Keduanya meneruskan perjuangan para leluhurnya, sebagai pendakwah.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad: Pengaruh Khaizuran hingga Dinasti Fatimiyah

Sosok Habib Ali

Habib Ali bin Muhanmad Al-Habsyi lahir pada 24 Syawal 1259 Hijriah bertepatan dengan 1839 Masehi di Desa Qosam, Hadhramaut, Yaman. Ia lahir dari pasangan Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi dan Hababah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri.

Dalam biografi dan Manaqib Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, tertulis jelas nasab Habib Ali yang terhubung langsung ke Nabi Muhammad SAW. Nasab Habib Ali Al-Habsyi ini tersambung melalui jalur nasabnya Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah az-Zahro binti Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bin Abdillah.

Manaqib yang dipublish oleh Habib Novel Alaydrus, pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah Solo lewat situs https://habibnovel.com.

Manaqib itu menceritakan perjalanan hidup sang waliyullah. Ketika Habib Ali berusia 7 tahun, ayahnya hijrah ke Mekkah bersama tiga anaknya yang telah dewasa Abdullah, Ahmad dan Husein.

Saat Habib Ali berumur 11 tahun, beliau bersama ibundanya pindah ke Seiwun, agar dapat memperdalam ilmu Fiqih dan ilmu-ilmu lainnya, sesuai perintah Habib Umar bi Hasan bin Abdullah Al-Haddad.

Dalam perjalanan ke Seiwun, Habi Ali melewati Masileh dan singgah di rumah Al-Habib Abdullah bin Husein bin Tohir.

Beliau menggunakan kesempatan itu untuk menelaah kitab, mengambil ijazah dan ilbas. Di usia 17 tahun, beliau diminta ayahandanya datang ke Mekkah dan tinggal bersama ayahnya selama 2 tahun.

Setelah itu, beliau kembali lagi ke Seiwun sebagai seorang Alim dan ahli dalam pendidikan. Habib Ali memiliki banyak guru, namun guru besar beliau adalah Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas.

Ketika Habib Ali bertemu pertama kali dengan Habib Abu Bakar Al-Attas, terlihat tubuhnya diliputi cahaya, “Lelaki ini malaikat atau manusia,” kata Habib Ali dalam hati.

Suatu hari beliau tidak bisa lagi membendung rasa rindunya kepada gurunya, Habib Abu Bakar Al-Attas. Sesampainya Habib Ali di rumah itu, si tuan rumah memberitahu bahwa Habib Abu Bakar telah mengkasyaf kedatangannya.

Habib Abu Bakar kemudian memberinya kabar gembira bahwa kelak di Hadramaut, Habib Ali akan memperoleh Ahwal besar dan manfaat yang banyak. Setelah itu, Allah pun mengabulkan apa yang diucapkan Habib Abu Bakar Al-Attas.

Ayahanda Meninggal

Ketika Habib Ali Al-Habsyi berusia 22 tahun, ayahandanya, Habib Muhammad meninggal dunia di Mekkah. Habib Muhammad memegang jabatan Mufti Syafiiyah di Mekkah; setelah wafatnya Syeikh Al-Allamah Ahmad Dimyati tahun 1270 H.

Jabatan ini dipegangnya hingga beliau wafat. Beliau dimakamkan di Ma’laa di Huthoh saadah Aal Baa Alawiy. Sedangkan ibunda Habib Ali, Hababah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al Hadi Al Jufri wafat pada tanggal 6 Rabiuts tsani 1309 H.

Ketika berusia 37 tahun, Habib Ali membangun ribath (pondok pesantren) pertama di Hadramaut, untuk para penuntut ilmu dari dalam dan luar kota. Ribath menyerupai masjid terletak di sebelah timur halaman masjid Abdul Malik. Biaya orang-orang yang tinggal di ribath beliau tanggung sendiri.

Saat berusia 44 tahun, beliau membangun Masjid Riyadh, pada tahun 1303 H. Pada bulan Syawal 1305 H, Habib Ali menggubah sebuah syair tentang Masjid Riyadh. Beliau berkata “Dalam Masjid Riyadh terdapat cahaya rahasia dan keberkahan Nabi Muhammad SAW.”

Ketika usia beliau menginjak 68 tahun, beliau mengarang sebuah kitab maulid yang diberi nama Simtud Durar. Sebuah kitab maulid yang masyhur dan penuh barokah hingga kini dibaca di Hadramaut, Indonesia dan Afrika. Beliau mengarang kitab ini pada Kamis, 26 Shafar 1327 dan menyempurnakannya pada 10 Rabiulawwal 1327 Hijriyah.

Dicintai

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sangat dicintai di kampung halamannya. Kedermawanan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menjadi sesuatu yang dikagumi para jemaahnya.

Bahkan, kediamannya tidak pernah sepi dikunjungi tamu. Semasa hidupnya, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi memegang teguh dan mencintai ajaran Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam. Cara mengajarnya selalu dikaitkan dengan ajaran, sifat, dan akhlak Rasulullah.

Itu karena Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menganggap Rasulullah merupakan sosok yang paling indah. Habib Ali benar-benar menjalankan apa yang diajarkan Rasulullah sehingga mereka tertarik dengan cara mengajar beliau.

Kecintaan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi dengan Rasulullah dituangkannya ke dalam tulisan yang dibuatnya. Sejumlah puisi dan buku telah dikarangnya sebagai bentuk kecintaannya kepada Nabi Muhammad.

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi meninggal pada 20 Rabiuts Tsani 1333 H. Pada tahun-tahun terakhir menjelang wafatnya, penglihatan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi semakin kabur.

Habib Ali Al-Habsyi meninggalkan 5 orang anak, 4 putera dan 1 puteri dari 2 orang wanita. Yang pertama seorang wanita Qosam (bernama Abdullah) dan Syarifah Fatimah binti Muhammad Maulakhela (Muhammad, Ahmad, Alwi dan Khadijah).

Di antara anaknya tersebut ada yang menetap di Kota Solo, Indonesia, yaitu Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi (ayah dari Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi).

Habib Alwi bin Ali pun menyelenggarakan haul ayahnya di Kota Solo. Alhasil, masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya datang berbondong-bondong menghadiri haul tersebut.

Habib Alwi membangun Masjid Riyadh di Solo pada tahun 1355 H yang kini menjadi tempat pelaksanaan haul Habib Ali Al-Habsyi. Kini, masjid tersebut ramai dikunjungi jamaah. Beliau juga menyelenggarakan kegiatan ibadah dan taklim yang biasa diamalkan oleh ayahnya.

Jafar Sodiq Assegaf

Editor Jeda.id. Suka mandi tanpa air.

Published by

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021