Categories: Real

Mengenal Gangguan Irama Jantung yang Bisa Menyerang Semua Usia

Share

JEDA.ID–Penyakit jantung aritmia mungkin tidak terlalu familier di telinga masyarakat. Mungkin yang lenih dikenal adalah penyakit jantung koroner atau jantung bawaan. Padahal, setidaknya ada 2,1 juta kasus gangguan irama jantung alias aritmia di Indonesia.

Aritmia adalah masalah pada laju atau irama detak jantung yang berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau dengan ritme yang tidak teratur.

Penderita aritmia mungkin akan merasakan detak jantung yang terlalu cepat, yang disebut takikardia. Sementara detak jantung yang terlalu lambat disebut bradikardia.

Sebagaimana dikutip dari laman Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK), penderita gangguan irama jantung dapat merasakan gejala yang timbul meliputi perasaan jantung berdetak kencang, rasa berdebar di dada, pusing, pingsan tiba-tiba, sesak napas, dan nyeri dada.

Banyak pendapat dokter tentang penyebab aritmia yang secara garis besar tidak ada yang menyebutkan bahwa aritmia merupakan penyakit jantung bawah lahir. Namun, masalah irama jantung ini timbul yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat dan teratur.

Misalnya mengonsumsi alkohol, kopi, obat-obatan suplemen, merokok secara secara berlebihan, serta penyalahgunaan narkoba. Dengan kondisi ini, gangguan irama jantung dapat menyerang siapa saja tanpa melihat faktor jenis kelamin, usia, sampai status sosial.

Penyebab Glaukoma Sampai Disebut Si Pencuri Penglihatan

Ada beberapa tips yang banyak disarankan untuk mengatasi gangguan irama jantung. Pertama hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji alias fast food, junk food, makanan berlemak, atau gorengan.

Kemudian mulai mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang. Kemudian penderita gangguan irama jantung juga harus menghindari stres yang berlebih, menjaga berat badan ideal.

Termasuk juga membatasi konsumsi alkohol, minuman yang mengandung kafein seperti kopi, menghindari rokok, tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat stimulan tanpa pengawasan dan ijin dokter. Tremasuk beraktivitas fisik olah raga secara teratur minimal 30 menit setiap hari.

Tindakan Ablasi Kateter

Ilustrasi operasi (Freepik)

Di laman itu disebutkan penanganan kasus-kasus aritmia yang banyak dilakukan di RS Jantung Harapan Kita terutama pada program layanan weekend service adalah tindakan ablasi kateter.

Ablasi jantung adalah tindakan yang dilakukan untuk menghancurkan atau bahkan membakar satu dari beberapa area kecil yang terletak di jantung yang menyebabkan timbulnya masalah detak jantung atau lebih dikenal dengan aritmia.

Tindakan ablasi jantung menggunakan alat khusus yaitu dengan melalui bagian dalam tubuh manusia untuk mengetahui permasalahan di jantung. Pada tindakan ini dokter atau ahli medis mencoba mencari penyebab gangguan irama jantung.

Daerah yang didiagnosis memiliki masalah ditandai dengan 3D mapping yang kemudian bisa dilakukan beberapa tindakan medis. Cara mendeteksi ablasi jantung adalah dengan meletakkan sinyal elektroda di dalam jantung. Kemudian ditempelkan pada area yang bermasalah dan pada akhirnya masalah irama jantung bisa diatasi dengan baik.

Selain untuk mengatasi gangguan irama jantung, ablasi jantung juga bermanfaat untuk mengecilkan otot jantung yang mulai membesar dan menyumbat aliran pada pembuluh darah jantung, aorta.

7 Jenis Penyakit Autoimun Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Tindakan ablasi jantung ini juga berguna untuk mencegah terjadinya jantung koroner akibat darah tidak bisa mengalir dengan normal dan lancar. Untuk melakukan tindakan ablasi jantung dibutuhkan waktu hingga 2 sampai 3 jam.

Teknologi ablasi 3D adalah suatu tindakan untuk mengatasi gangguan irama jantung dengan menggunakan pemetaan 3-dimensi (3D Mapping) dari struktur jantung.

Teknologi ablasi 3-dimensi dapat memetakan secara sistematis konduksi listrik jantung sehingga dapat diketahui letak sumber aliran listrik abnormal dengan lebih tepat.

Keuntungan teknik 3D Mapping tak hanya dirasakan oleh pasien, tapi juga operator atau dokter yang menangani. Keuntungan untuk pasien, di antaranya pemetaan yang dihasilkan bisa lebih luas dan kemungkinan gagal lebih kecil dibandingkan teknik lain.

PJNHK mengingatkan gangguan irama jantung atau aritmia bukan merupakan penyakit jantung bawaan. Sehingga siapa saja memiliki peluang terhadap penyakit jantung aritmia.

Danang Nur Ihsan

Content Manager Jeda.id, penyuka kata dan data, pemburu senja, traveling tipis-tipis, dan kopi agak manis

Published by

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021