Categories: Real

Hewan Peliharaan Bisa Mencelakai, Perhatikan Hal Ini Sebelum Memeliharanya

Share

JEDA.ID— Hewan peliharaan bisa memberikan keceriaan di rumah. Namun, terkadang hewan peliharaan bisa juga mencelakai orang-orang di sekitarnya.

Seperti yang terjadi di Jakarta Timur belum lama ini. Seekor anjing Belgian Malinois menyerang seorang pembantu rumah tangga hingga meninggal dunia di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban yang diketahui bernama Yayan diserang anjing tersebut ketika hendak membersihkan kandangnya. Anjing tersebut juga menyerang anak majikan yang hendak membantu korban. Anjing Malinois itu merupakan peliharaan milik presenter Bima Aryo. Bima Aryo menyebut peristiwa ini sebagai tragedi.”Yang pasti ini tragedi buat kita semua,” kata Bima Aryo di kediamannya, Jalan Langgar, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2019) seperti dilansir detikcom.

Bima Aryo mengaku awalnya tak tahu anjing miliknya menyerang pembantu hingga tewas. Alasannya, dia sedang mengurus pernikahan. “Saya pribadi kemarin urus pernikahan, nggak ada di rumah sama sekali,” ucapnya.

Hewan peliharaan memang bisa membuat keceriaan bagi rumah atau orang yang memeliharanya. Namun terkadang, hewan akan bisa menjadi agresif bahkan menyerang. Berikut sejumlah alasan hewan peliharaan berubah menjadi agresif dan galak seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Penyakit

Penyebab umum anjing menjadi galak dan terlihat agresif adalah kemungkinan sedang sakit. Anjing sakit bisa menjadi sensitif pada beberapa pemicu yang menyebabkan penyakit timbul atau menginginkan suasana tenang, tidak ingin diganggu. Hewan peliharaan yang memiliki watak berteman dengan makhluk lain, dimungkinkan mudah marah dan galak.

2. Frustrasi

Ketidakmampuan anjing yang berusaha mencapai sesuatu yang mereka inginkan dapat menyebabkan frustrasi. Sebagian dari anjing dapat melampiaskan rasa frustrasi tersebut ke hewan lain atau manusia.

3. Merasa Tidak Aman

Anjing salah satu hewan yang peka pada rasa aman. Kehadiran suatu hal dalam lingkungan yang menurut mereka tidak aman, dapat direspons dengan sikap galak dan menjadi agresif. Pengalaman masa lalu dan sifat alami makhluk hidup saat mengalami tekanan dan ketakutan, respon yang dilakukan bisa dengan menghindari atau menjadi agresif.

4. Sinyal Perlakuan yang Mereka Terima

Perlakuan anggota keluarga atau pemiliknya pada waktu tertentu dapat memicu anjing berubah menjadi agresif. Misalnya, anjing yang gelisah, menggeram dan agresif saat akan dipasangkan tali pengekang atau perlakuan lain yang tidak disukai anjing. Anjing yang galak saat pemiliknya menggunakan tali pengekang, dimungkinkan bersumber dari tali yang dianggap membatasi kebebasan mereka.

5. Terganggu Kehadiran Hewan Lain

Anjing yang terlatih dan terbiasa ramah dengan makhluk lain dan anggota keluarga adalah ciri khas hewan peliharaan tersebut. Umumnya anjing yang terbiasa hidup dengan makhluk lain dan manusia memiliki sikap bekerja sama. Sebagian kecil dari ras anjing yang memiliki genetik sebagai pemimpin, pada peristiwa tertentu dimungkinkan terganggu kehadiran hewan lain yang dianggap mereka lebih rendah saat merasa terganggu.

8. Perubahan Baru

Perpindahan lingkungan baru suatu hal yang sulit dihindari untuk alasan tertentu. Namun perubahan baru bagi hewan peliharaan bisa direspon positif atau negatif.  Anjing agresif akibat perubahan lingkungan baru karena merasa cemas dan tertekan dan membuat mereka mudah berperilaku agresif.

Bisa Menjadi Sahabat

Memiliki hewan peliharaan memang sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan masak mengingat ada risiko dan konsekuensi yang harus ditanggung pemiliknya.  Tak bisa dimungkiri, hewan peliharaan bisa memberikan dampak positif juga. Memelihara hewan bisa menjadi cara mengajarkan anak untuk menyayangi mahkluk lain. Dari situ anak juga bisa belajar tentang hewan sampai cara merawat hewan yang diharapkan bisa menumbuhkan rasa kepedulian anak. Namun sebelum memutuskan untuk memelihara hewan tertentu sebaiknya perhatikan hal-hal berikut

1. Pilih Hewan yang Tidak Berbahaya

Pada dasarnya, rata-rata hewan peliharaan bersifat jinak dan tidak berbahaya. Tapi, ketika memilih hewan peliharaan, sebaiknya tetap memikirkan keamanan dan kesehatan orang-orang di rumah terutama bagi anak-anak.
Berikut jenis hewan yang bisa disesuaikan dengan usia anak di rumah:

-Ikan, tepat untuk bayi dan balita. Pilihlah jenis ikan hias air tawar, seperti ikan mas koki atau cupang yang memiliki berbagai macam warna yang bisa menarik perhatian si Kecil.

-Kelinci, tepat untuk anak berusia 1 tahun ke atas. Kelinci jenis apapun tidak masalah, seperti Rex, Lop, English Spot, Herlequin, dan lain-lain. Tapi, sebaiknya pilih kelinci di atas usia 3 bulan, karena pencernaan dan daya tahan tubuhnya sudah sempurna.

-Burung, tepat untuk anak usia 2 tahun ke atas. Namun, hindari membiarkan balita memegang burung tanpa diawasi, karena takutnya ia memegang burung peliharaan terlalu kuat sehingga membahayakan burung tersebut. Contoh jenis burung yang bisa dipelihara: kakak tua, kutilang, dan kenari.

-Kucing dan anjing, tepat untuk anak usia 4 tahun ke atas. Ketika anak sudah memasuki usia ini, ibu boleh membiarkannya bebas bermain dan berlari-larian bersama anjing atau kucing kesayangannya di taman. Namun usahakan anjing yang dipelihara adalah yang aman atau sudah jinak.

2. Pilih Jenis Hewan Sesuai dengan Lingkungan Rumah

Tidak hanya memikirkan keselamatan orang-orang di rumah, sebaiknya kita perlu memikirkan kesejahteraan hewan yang akan kita pelihara. Jadi, ketika memilih hewan peliharaan, pertimbangkan juga dari sisi lingkungan rumah. Ini dilakukan agar hewan peliharaan tidak stres dan akhirnya berpotensi menimbulkan sikap agresif yang bisa membahayakan.

3. Tes Alergi

Memelihara hewan berbulu seperti kucing atau anjing mungkin tidak jadi masalah bagi orang tua. Tapi, coba pastikan dulu apakah anak-anak punya alergi terhadap bulu binatang. Jika iya, sebaiknya tidak memberi hewan berbulu.

4. Perhatian Kebersihan dan Kesehatan Hewan

Biasanya hewan peliharaan akan sering dipegang anak-anak, atau bahkan kucing yang sering tidur di tempat tidur yang biasa digunakan pemiliknya. Untuk itu, usahakan untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memandikannya minimal 2-3 bulan sekali dengan air hangat. Jangan lupa untuk melakukan vaksin suntik rabies anjing kamu setidaknya 3 sampai 6 bulan sekali.  Dengan pemeliharaan yang baik, diharapkan hewan akan hidup dengan sehat dan tidak bersikap agresif.

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021