Categories: Real

Dampak La Nina Akan Terasa di Indonesia, Diprediksi Terjadi Hingga Februari 2021

Share

JEDA.ID-Anomali iklim La Nina saat ini terpantau berkembang di Samudra Pasifik Ekuator dan diperkirakan akan mencapai intensitas moderate hingga akhir 2020. Dampak dari La Nina perlu diwaspadai karena juga akan dirasakan di wilayah Indonesia.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Supari. La Nina sendiri merupakan peristiwa penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang samudera pasifik.

Lantas, apa saja dampak yang mungkin terjadi akibat La Nina? Dikutip dari laman Liputan6.com, berikut potensi dampak terkait fenomena La Nina yang diprediksi akan terjadi di Indonesia :

Dampak Cuaca

Berdasarkan analisis dari potret data suhu permukaan laut di Pasifik, saat ini La Nina sudah teraktivasi di Pasifik Timur. Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan awal Oktober ini.

Corona Merusak Sel Testis, Pasien Positif Terancam Mandul?

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor. Namun, dampak tersebut sangat bergantung pada musim dan bulan, wilayah, serta intensitasnya.

Waspadai Potensi Bencana

Supari mengingatkan, fenomena La Nina dapat memicu frekuensi dan curah hujan yang jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bisa memunculkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
La Nina membuat curah hujan akan naik, bahkan sampai bulan April 2021. Menyikapi fenomena ini, Supari menyampaikan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada 20 hari pertama bulan Oktober 2020.

Peningkatan Curah Hujan hingga 40 Persen

Berdasarkan informasi dari BMKG, hingga akhir September 2020 pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan iklim La-Nina sedang berkembang.
Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

Twitter Membagikan Tips agar Bisnis Cuan

Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada Agustus, dan -0.9°C pada September 2020. La Nina pun diperkirakan dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir 2020. Berdasarkan perkiraan, La baru akan meluruh pada Januari hingga Februari, dan baru akan berakhir sekitar Maret hingga April 2021.

Catatan historis pun menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya.

Dampaknya Berbeda di Setiap Wilayah

Dampak dari La Nina tersebut tidak seragam di masing-masing wilayah di Indonesia. Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang.

Pada Oktober hingga November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatra.

Pada Oktober beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan. Wilayah tersebut di antaranya pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah.

Ingin Tes Swab Mandiri Rp900.000? Ternyata Ada Syaratnya

Kemudian meliputi sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, juga sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

Sementara pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, dan Papua.

Menanggapi ancaman La Nina tersebut, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi terbaru dari BMKG. Masyarakat dapat mendapatkan info terkini selengkapnya melalui kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. Tetap waspada akan potensi dampak akibat La Nina, jaga diri dan orang-orang di sekitar Anda.

Published by

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021