Categories: Stories

Watu Purbo dan Jejak Sabo Dam di Indonesia

Share

JEDA.ID–Bendungan atau sabo dam Watu Purbo di Tempel, Sleman, DIY, menjadi tempat wisata kekinian yang banyak didatangi wisatawan di Jogja dan sekitarnya.

Bermula dari pengendalian banjir lahar Gunung Merapi, kini Watu Purbo menjelma menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Sabo dam Watu Purbo terletak Dusun Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, DI Yogyakarta. Bendungan ini berada di Sungai Krasak yang menjadi perbatasan Sleman, DIY dengan Magelang, Jawa Tengah.

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, Senin (20/1/2020), sabo dam Watu Purbo ini memiliki beberapa tingkat bendungan. Ada banyak bebatuan besar bekas dari erupsi Merapi.

Ketika cuaca cerah, berkunjung di pagi atau sore hari akan disuguhkan view gunung Merapi yang indah. Dikelilingi pepohonan besar yang masih hijau membuat tempat ini menjadi lebih terasa suasana alam yang masih alami.

Sabo dam atau bendungan Watu Purbo di Sleman (Detikcom)

Bendungan Watu Purbo bisa menjadi pilihan destinasi wisata alam yang murah meriah. Komunitas sepeda gunung di Sleman dan sekitarnya kerap menjadikan Watu Purbo sebagai lokasi untuk bersepeda.

Rahasia Sejarah di Balik Kembarnya Bangunan Solo & Jogja

Jalur menuju sabo dam ini cukup menaik, tidak terlalu terjal, ditambah udara yang masih segar jauh dari polusi menjadikan Watu Purbo kerap menjadi jujugan para pesepeda.

Menurut salah satu pengelola bendunga, Hardi, awal mulanya sabo dam ini menjadi salah satu tempat menambang pasir warga setempat. Setelah habis hanya tersisa bebatuan besar dan air saja, Akhirnya menjadi tempat wisata yang diberi nama Watu Purbo.

Alasannya terdapat bebatuan besar yang sudah ada sejak lama. Tempat wisata ini masih dikelola warga setempat dan sebagian mendapatkan kucuran dana dari pemerintah Provinsi DIY.

250 Sabo Dam di Merapi

Salah satu sabo dam di lereng Merapi (Kementerian PUPR)

Sabo dam ini hanya salah satu dari berbagai sabo dam di sungai-sungai yang berasal dari Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat hingga 2018 ada 646 sabo dam di Indonesia.

Jumlah terbanyak ada di kawasan Gunung Merapi yaitu 250 sabo dam, salah satunya adalah Watu Purbo itu. Kemudian ada juga 92 sabo dam di lereng Gunung Agung di Bali.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan dalam pengendalian banjir lahar, Jepang dan Indonesia bekerja sama dalam pembangunan sabo dam dan pelatihan kepada insinyur Indonesia menjadi ahli sabo.

”Saat ini teknologi infrastruktur sabo dam di Indonesia menjadi terbaik ke-2 setelah Jepang,” sebut Basuki sebagaimana dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Ini Deretan Kebakaran Gunung saat Puncak Kemarau

Dikutip dari laman JICA, sabo adalah istilah yang berasal dari Jepang. Kata ”sa” artinya pasir dan ”bo” artinya penanggulangan. Sehingga sabo dimaknai sebagai penanggulangan bencana yang diakibatkan pergerakan tanah atau sedimen yang dibawa oleh aliran air.

Kata sabo diusulkan oleh seorang ahli konservasi dari Amerika Serikat, Dr. Lowdermilk dalam kunjungannya ke Jepang pada 1951. Banyak negara yang mulai mengembangkan teknologi sabo dam untuk penanggulangan bencana.

Di Jepang, sabo mulai dikembangkan pada zaman Meiji tahun 1873 yang dimulai dengan terbitnya Undang-Undang Sabo di daerah Sungai Yodo di Pulau Honsyu.

Kemudian pada1882 terjadi banjir besar di Austria. Kejadian itu menjadikan pemerintah Austria mulai mengembangkan sabo di daerah pegunungan Alpen dengan istilah Wildbach Verbauung.

Di Prancis, pada 1718 diperkenalkan undang-undang pencegahan perusakan hutan dan gunung dengan istilah Restoration des Montagnes selanjutnya disebut sebagai Correctio et Reboisment. Dari sinilah kegiatan sabo mulai diperkenalkan di Eropa.

Dikenal dengan Istilah Cekdam

Teknik sabo dam di kawasan rawan banjir lahar (JICA)

Sedangkan di Indonesia, teknik sabo diperkenalkan pertama untuk kali oleh seorang tenaga ahli Jepang, Mr. Tomoaki Yokota pada 1970. Teknik sabo dam untuk menangani masalah banjir lahar di daerah vulkanik, yaitu Gunung Merapi, Gunung Kelut dan Gunung Agung.

Lalu di Gunung Semeru dan Gunung Galunggung yang meletus kemudian. Di samping itu juga untuk menangani masalah erosi dan sedimentasi di daerah non-vulkanik di beberapa daerah di luar Jawa.

Secara teknis sabo mempunyai fungsi menjaga erosi permukaan tanah, menstabilkan dasar dan tebing sungai, mengurangi kecepatan banjir serta menampung aliran sedimen.

Peneliti Menguak Tsunami Selatan Jawa dari Mitos Nyi Roro Kidul

JICA menyebutkan sabo dam atau kerap juga disebut dengan cekdam menjadi dam pengendali sedimen. Dam ini dibuat melintang sungai untuk menahan sedimen yang mengalir dan ada di tempat tersebut, termasuk menahan sedimen dan mengendalikan aliran sedimen dan mengurangi kecepatan banjir lahar.

”Kalau cekdam sudah penuh dan kemudian terjadi banjir lahar maka cekdam akan menahan sementara sebagian material yang mengalir dan pada waktu tidak banjir maka sedimen yang tertahan akan dilepas turun sedikit demi sedikit bersama aliran air.”

Konstruksi sabo dam atau cekdam biasanya terdiri atas maindam, subdam, apron atau lantai dan sidewall atau dinding samping yang keduanya terletak diantara maindam dan subdam.

Inilah yang menjadikan sabo dam Watu Purbo bertingkat dan menjadi menarik dikunjungi.

Danang Nur Ihsan

Content Manager Jeda.id, penyuka kata dan data, pemburu senja, traveling tipis-tipis, dan kopi agak manis

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021