Categories: Stories

Alta Gunawan, Perempuan Indonesia Pengawal Presiden AS

Share

JEDA.ID – Alta Lauren Gunawan, 30, mencatat sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang menjadi anggota tim elite pengawal bersepeda motor bagi Presiden dan Wakil Presiden AS. Dia bahkan menjadi perempuan pertama yang lolos seleksi masuk ke dalam kesatuan sepeda motor pengawal presiden AS yang hanya beranggotakan 14 orang itu.  “Ayah saya 100 persen Indonesia. Ibu saya campuran dari sejumlah etnis. Jadi warga berdarah campuran sungguh luar biasa,” ujar Alta dalam wawancara dengan stasiun TV NBC, pekan lalu. “Saya sangat bangga jadi warga Asia-Amerika,” imbuhnya.

Suka Motor

Tugas Alta mengawal konvoi Presiden atau Wapres AS dengan menunggang sepeda motor besar berbobot hampir setengah ton memang cocok dengan minat besarnya pada sepeda motor, yang dimulainya saat masih remaja. “Banyak teman saya yang punya sepeda motor dan saya tak mau ketinggalan,” kata dia. “Akhirnya saya beli motor tua salah satu teman,” katanya. Sepeda motor pertamanya adalah Kawasaki KZ440 keluaran 1981.

Alta Lauren Gunawan, perempuan berdarah Indonesia yang sukses sebagai perempuan pertama yang menjadi anggota pengawal bersepeda motor Presiden dan Wakil Presiden AS. (nbc.com)

“Saya tinggal di kota yang hanya berpenduduk 400 orang. Jadi saya naik sepeda motor ke mana saja karena saya ingin melihat segala macam hal,” kata Alta, satu dari tiga bersaudara asal Kota Neponset, Negara Bagian Illinois. “Saya paling suka bermotor ke [Negara Bagian] Iowa. Saya akan mondar-mandir di sepanjang jalur lembah Sungai Mississippi tiap kali ada kesempatan,” ujarnya. “Kebebasan yang dirasakan saat bersepeda motor itu tak ada bandingannya,” kata dia dalam wawancara dengan CNN yang dikutip jeda.id.

Alta Gunawan menyebut latar belakang etnisnya tidak memberinya ganjalan dalam berkarier. Dia tertarik menjadi anggota US Secret Service, lembaga di bawah Departemen Keuangan AS yang juga bertanggung jawab mengawal Presiden dan Wapres AS, karena suka tantangan. Kakeknya juga pernah menjadi polisi.”Saya tak suka duduk seharian di kantor dari pukul 09.00 hingga 17.00. Saya suka sesuatu yang tiap hari bisa berubah,” katanya.

Namun sebagai perempuan, secara fisik dirinya menghadapi tantangan berat dalam tugasnya sebagai pengawal Presiden dan Wapres AS yang bersepeda motor. Dengan tinggi 162 cm, dia harus bisa mengendalikan sepeda motor Harley-Davidson FLHTP Electra Glide yang bobotnya tujuh kali bobot tubuhnya. “Menjadi perempuan di lingkup tugas yang didominasi laki-laki jelas lebih berat. Anda harus bisa melakukan semua yang mereka lakukan,” tuturnya.

Ujian Berat

Jalan Alta bergabung dengan tim elite itu juga tak mulus. Dia harus menempuh pelatihan khusus selama dua pekan menunggang sepeda motor besar. Dalam pelatihan itu para peserta harus lincah bermanuver dalam berbagai kondisi, khususnya dalam situasi darurat. “Saya betul-betul harus bergulat dengan sepeda motor itu di luar bayangan saya,” katanya. Dalam upaya seleksi pertamanya ini Alta terpental, gagal lulus.

Alta Gunawan saat bertugas melakukan pengawalan dengan sepeda motor. (cnn.com)

Namun dalam kesempatan kedua, dia akhirnya bisa lulus. Menurut dia, salah satu keberhasilannya disumbang sikap positif yang dipeliharanya. “Saya meyakinkan diri bahwa setiap kali harus menaiki sepeda motor, saya melakukannya dengan tersenyum, apa pun kondisinya,” tutur dia. “Saya jatuh berkali-kali, tapi saya terus tanamkan, ‘saya harus lulus, saya harus lulus,’” imbuh dia.

Alta menambahkan, menjadi pengawal bersepeda motor bagi presiden dan wapres serta tamu negara bukan bercitra gagah semata, namun juga mengemban tanggung jawab besar yang menuntut kekuatan mental. “Saat kami dalam iring-iringan, kami bukan hanya harus mengendarai sepeda motor yang berat itu, tapi juga harus memperhatikan kiri-kanan, mengantisipasi pergerakan orang seperti orang di pinggir jalan, pengguna jalan yang lain, dan berbagai ancaman yang bisa terjadi mendadak,” kata dia.

Bambang Aris Sasangka

Editor, ilustrator, penggemar sejarah dan kemiliteran, trainer jurnalistik, alumnus International Institute for Journalism, Berlin, Jerman

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021