Categories: Real

Bagian Otak yang Rusak Akibat Keseringan Nonton Bokep

Share

JEDA.ID – Pornografi boleh dibilang menjadi salah satu candu yang sulit dilepaskan bagi sebagian orang. Awalnya penasaran, sebagian orang yang tadinya hanya iseng bisa berubah menjadi ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaan menonton film porno atau bokep.

Pornografi, selain dilarang agama, juga merupakan aktivitas yang merusak otak. Candu pornografi bahkan disebut-sebut lebih parah dari narkoba.

Dr. Boyke, SpOG mengatakan kecanduan film porno atau bokep memiliki efek yang sama dengan kecanduan ganja. Kebiasaan tersebut juga dapat merusak otak tengah manusia.

“Kecanduan film porno bisa membuat otak tengahnya tidak bekerja. Jika otak tengahnya sudah mulai tidak beres, dia akan berpikir ke arah pornografi terus-menerus,” ungkap dr. Boyke dilansir Solopos.com mengutip Okezone, Jumat (7/2/2016).

Pria yang kecanduan lebih tertarik menonton film bokep ketimbang berhubungan seks dengan istrinya. Berawal dari itu, pornografi secara signifikan mempengaruhi kehidupan seks seorang pria yang kecanduan film pornografi.

Sinetron Paling “Brutal” dalam Sejarah Pertelevisian Indonesia

Reaksi Fisik

Pornografi adalah tema konten berupa sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lain melalui berbagai bentuk media komunikasi. Pornografi memuat unsur kecabulan atau eksploitas seksual yang melanggar norma kesusilaan.

Dilansir Daily Mail, sebuah studi yang dipublikasikan JAMA Psychiatry pada 2014 menemukan, orang-orang yang sering menonton film bokep akan memiliki respons yang lamban terhadap stimulasi seksual di kehidupan nyata.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Psychology Today, membludaknya kebutuhan dopamin berarti membuat penonton film porno mulai memerlukan pengalaman ekstrem yang meningkat untuk bisa terangsang secara seksual.

Sayangnya, pecandu film porno akan lebih mudah terangsang melalui gambar ataupun film, lalu akan sulit terangsang pada pasangannya saat akan berhubungan seksual, sehingga ia akan kesulitan saat berada di atas ranjang bersama pasangan.

Sudah menjadi rahasia umum bila pornografi dapat menimbulkan kecanduan, candu pornografi menjadi salah satu isu serius di seluruh dunia, termasuk indonesia.

Bersih-Bersih Konten Negatif, Negara Justru Rugi Triliunan

Kerusakan Otak

Mengutip laman RSUD Sardjito, Kamis (6/2/2020), seperti halnya narkoba, kecanduan pornografi juga mengakibatkan kerusakan otak yang cukup serius. Pornografi bukan hanya merusak otak dewasa tetapi juga otak anak.

Kerusakan otak tersebut sama dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan sangat tinggi. Kerusakan otak yang diserang oleh pornografi adalah Pre Frontal Korteks (PFC).

Bagi manusia bagian otak ini merupakan salah satu bagian yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia memiliki etika bila dibandingkan binatang.

Bagian otak ini berfungsi untuk menata emosi, memusatkan konsentrasi, memahami dan membedakan benar dan salah, mengendalikan diri, berfikir kritis, berfikir dan berencana masa depan, membentuk kepribadian, dan berperilaku sosial.

Awalnya saat melihat pornografi, reaksi yang ditimbulkan adalah perasaan jijik, hal ini terjadi karena manusia mempunyai sistem limbik, sistem ini pula yang mengeluarkan hormon dopamin untuk menenangkan otak, tetapi dopamin juga akan memberi rasa senang, bahagia sekaligus ketagihan.

Dopamin mengalir ke arah PFC, PFC menjadi tidak aktif karena terendam dopamin. Apabila dopamin semakin banyak maka seseorang akan timbul rasa penasaran dan semakin kecanduan melihat pornografi. Namun untuk memenuhi kepuasan dan kesenangannya, seseorang akan melihat yang lebih porno atau vulgar lagi untuk memicu dopamin yang lebih banyak.

Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil dan lama-lama menjadi tidak aktif akibanya fungsi dari bagian otak ini semakin tidak aktif.

Bisakah Blokir Total Pornhub Lewat Tutup Akses VPN?

Level Kecanduan

Tingkat kecanduan pornografi menurut psikolog terkemuka Amerika Serikat Burrhus Frederic Skinner dibagi menjadi tujuh level. Berikut sebagaimana mengutip the Occidental Observer;

  • Level 1 : melihat pornografi sekali atau dua kali setahun, paparan sangat terbatas
  • Level 2 : beberapa kali setiap tahun tetapi tidak lebih dari enam kali, fantasi sangat minimal
  • Level 3 : mulai muncul tanda kecanduan, sebulan sekali, mencoba menahan diri
  • Level 4 : mempengaruhi fokus untuk tugas sehari-hari, beberapa kali dalam sebulan
  • Level 5 : Setiap minggu, berusaha keras untuk berhenti, namun mulai mengalami gejala withdrawal
  • Level 6 : Setiap hari untuk memikirkan pornografi, menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan
  • Level 7 : perasaan ketidakberdayaan dan keputusasaan bila tidak melihat pornografi, konsekuensi negatif
Jafar Sodiq Assegaf

Editor Jeda.id. Suka mandi tanpa air.

Published by

Recent Posts

Daftar Lokasi Pembantaian yang Libatkan PKI di Solo, Adakah yang Tahu?

JEDA.ID — Berikut ini terdapat daftar lokasi pembantaian yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau PKI…

30 September 2021

5 Wisata Dekat atau Sekitar Sirkuit Mandalika Lombok, Ada Pantai Eksotis Hlo!

JEDA.ID — Berikut ini terdapat deretan wisata di dekat atau sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah,…

30 September 2021

Pengin Dapat Uang Rp1 Miliar Saat Pensiun? Ini Hlo Caranya!

JEDA.ID — Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang lantaran sudah tidak adanya penghasilan…

29 September 2021

Disoroti Pembalap Dunia, Ini Spesifikasi Sirkuit Mandalika di Lombok

JEDA.ID — Berikut ini terdapat spesifikasi lengkap dari Sirkuit Mandalika di Lombok yang sempat mencuri perhatian…

29 September 2021

Setia Temani Tukul Arwana, Ini Potret Kece Ega Prayudi Berseragam Polisi di Instagram

JEDA.ID — Berikut ini terdapat potret ganteng seorang polisi di Instagram bernama Ega Prayudi, yang merupakan…

28 September 2021

Pengin Cepat Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan? Baca Doa dan Zikir Ini

JEDA.ID — Apa bunyi bacaan doa dan zikir agar cepat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menurut…

28 September 2021